Menu

Mode Gelap
Kepmad Serahkan Infaq Jumat Arsiparis Kab. Solsel Kunjungi Perpus MTsN 3 Solsel

KURIKULUM · 18 Des 2024 00:20 WIB ·

Panen Raya P5RA Tradisi Mambantai Kabau Nan Gadang Dalam Rangka Turun ke Sawah MTsN 3 Solok Selatan


					Panen Raya P5RA Tradisi Mambantai Kabau Nan Gadang Dalam Rangka Turun ke Sawah MTsN 3 Solok Selatan Perbesar

Pekan Selasa, Humas – MTsN 3 Solok Selatan menggelar panen raya P5RA dengan tema kearifan lokal sub tema tradisi turun ke sawah mambantai kabau nan gadang di lapangan madrasah, Senin 16/12/2024.
Panen raya tersebut dilakukan setelah 2 bulan siswa kelas 7 dan 8 mendalami materi tentang tema tersebut. Siswa dibagi 3 kelompok yaitu kelompok datuak dan dubalang, kelompok bundo kanduang dan kelompok musik tradisional dan silat.Masing-masing kelompok di dampingi oleh beberapa orang guru yang disebut kordinator dan fasilitator.
Menurut kepala MTsN 3 Solok Selatan H. Jasrul tema P5RA tahap kedua di semester ganjil ini sangat berat tapi sangat penting di ketahui oleh siswa.
“Tradisi turun ke sawah mambantai kabau nan gadang adalah tradisi yang setiap tahun di laksanakan di daerah kita Kecamatan Pauh Duo dan tradisi ini sangat penting di kenal oleh siswa, ” ujar H. Jasrul.
Acara panen raya di mulai dari arak-arakan 4 orang raja dan isterinya yaitu raja suku Melayu, raja suku Panai,raja suku Durian dan raja suku Koto Kaciak.Mereka diiringi 4 orang datuak dan isterinya,pejabat pemerintahan dan anak kemenakan dari keempat suku tersebut.
Kedatangan mereka di sambut oleh kepala madrasah H. Jasrul dan kaur TU Akriyanti di pintu gerbang madrasah serta diiringi musik tradisional, tari-tarian dan silat.
Kemudian rombongan raja dan pejabat pemerintahan duduk di panggung kehormatan sedangkan para datuak dan kemenakannya duduk di tempat lain.
Selanjutnya di mulai acara turun ke sawah dengan susunan acara pembacaan ayat suci al Qur’an, Doa, sepatah kata dari pejabat pemerintahan, sepatah kata dari dinas pertanian dan makan bersama.
“Nilai karakter yang bisa diambil dengan kegiatan P5RA ini yaitu menanamkan karakter kerja sama, tanggung jawab dan memahami hak dan kewajiban masing-masing siswa, ” tutur kepala madrasah.
Selanjutnya Ia juga menyampaikan bahwa kita harus arif dengan budaya lokal karena itu akan memperkaya budaya nasional.
“Kita harus mengenal budaya kita sendiri. Ada istilah yang mengatakan bahwa wawasan global, budaya lokal dan hasilnya internasional, ” tutup H. Jasrul. (HW)

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jalankan tugas tambahan sebagai guru piket, piket hari Rabu bergantian nasehati seluruh siswa MTsN 3 Solok Selatan

30 September 2025 - 15:36 WIB

Supervisi bimbingan klasikal guru BK MTsN 3 Solok Selatan Wendra Eka Putri

30 September 2025 - 09:59 WIB

Supervisi akademik Islamiatul Husna guru BK MTsN 3 Solok Selatan

30 September 2025 - 09:03 WIB

Kepmad supervisi kelas Toto Rikardi guru Bahasa Indonesia di kelas 8.1 MTsN 3 Solok Selatan

24 September 2025 - 07:37 WIB

Kepmad H. Jasrul supervisi guru Bahasa Inggris Olfa Fitriana di kelas 8.1 MTsN 3 Solok Selatan

20 September 2025 - 09:21 WIB

Supervisi akademik Ola Febriyoni di kelas 7.3 MTsN 3 Solok Selatan

20 September 2025 - 07:19 WIB

Trending di KURIKULUM