
Pekan Selasa, Humas — Sefri Melliza guru seni budaya MTsN 3 Solok Selatan menyampaikan dalam amanatnya tentang filosofi sebuah layang-layang kepada seluruh siswa di lapangan madrasah, Senin 2/2/2026.
Sebelumnya ia mengucapkan terimakasih kepada garda terdepan dalam pelaksanaan upacara yaitu kelas 9.4 sebagai pelaksana, anggota drumband, anggota UKM dan anggota OSIM yang bertugas.
Sefri Melliza menjelaskan bahwa dari sebuah layang-layang kita bisa mengambil pelajaran 3 hal yaitu motivasi diri, adab dan taat kepada Allah SWT.
“Sebuah layang-layang bisa terbang dengan baik dan tinggi dengan bantuan angin, begitu juga kita manusia bisa mencapai cita-cita dan mimpi dengan bantuan motivasi yang kuat dari diri sendiri. Tali layang-layang adalah ibarat adab atau akhlak yang mengendalikan motivasi diri sedangkan manusia yang memegangnya adalah ibarat aturan Allah SWT sebagai pengendalinya,”jelas Sefri Melliza kepada seluruh peserta upacara yang dihadiri kepala madrasah, wakil kepala, majelis guru dan pegawai serta siswa MTsN 3 Solok Selatan.
Selanjutnya ia juga menjelaskan bahwa sebuah motivasi harus dikendalikan oleh adab atau akhlak dan keduanya harus sesuai dengan peraturan Allah SWT sebagai pencipta langit dan bumi.
Di akhir amanatnya Sefri Melliza berpesan agar siswa tidak hanya mencari nilai di sekolah tapi juga mengejar ilmu pengetahuan, adab yang baik dan taat kepada Allah SWT. Karena ketiganya adalah kunci kesuksesan di masa depan untuk menjadi insan yang beriman, berilmu dan berakhlak. (HW)







