Pekan Selasa, Humas – Feni Afriani guru bahasa Indonesia MTsN 3 Solok Selatan menjadi pembina upacara bendera dengan judul amanat bahaya Bullying di lapangan madrasah, Senin 18/11/2024.
Sebelum menyampaikan amanatnya Feni Afriani berterimakasih kepada petugas upacara yang semuanya laki-laki dari anggota OSIM.Dan Ia juga berterimakasih kepada anggota drumband dan anggota UKM yang sudah bersinergi sehingga upacara berjalan dengan baik. 
Dalam amanatnya Feni (begitu nama panggilannya) menyampaikan tentang bahaya bullying atau perundungan pada kesehatan mental seseorang.Ia menganalogikan perasaan seseorang seperti sebuah kertas yang bersih. Setiap kali menerima hinaan, kata-kata kasar ataupun perlakuan yang tidak baik, maka kertas tersebut akan kusut bahkan remuk.
“Begitulah gambaran hati seseorang yang selalu di bully. Hatinya sedih, terluka bahkan hancur karena menerima perkataan atau perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman atau orang disekitarnya.Berfikirlah sebelum berucap.Lidah itu lunak tapi ia bisa lebih tajam dari pada pedang,” Jelasnya.
Kemudian Feni Afriani yang juga wali kelas 9.2 tersebut menjelaskan bahwa bullying itu ada beberapa macam yaitu bullying secara verbal, fisik , sosial dan internet.Dan apapun bentuknya bullying itu di larang oleh agama dan pemerintah.
“Korban bullying bisa menyebabkan stress, depresi bahkan bisa bunuh diri.Karena begitu besarnya bahaya bullying ini maka pemerintah mengeluarkan undang-undang tentang larangan membully dalam Pasal 76 c UU 35 Tahun 2014 tentang perlindungan Anak dengan hukuman penjara dan denda, ” Jelas Feni Afriani di hadapan seluruh peserta upacara. 
Selanjutnya Feni berharap agar tidak ada lagi pembulian baik di sekolah, di lingkungan masyarakat ataupun lewat media sosial.Karena setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda.
“Ibuk berharap di sekolah kita ini tidak ada perundungan apapun bentuknya baik secara verbal, fisik maupun lewat media sosial. Karena kita manusia tidak ada yang sempurna. Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata.Oleh sebab itu mari hargai kelebihan dan kekurangan yang di miliki orang lain, ” Tutup Feni Afriani dalam amanatnya. (HW)





