Pekan Selasa, Humas – Tim visitasi AKMI (Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia) Kementerian Agama mengunjungi MTsN 3 Solok Selatan sebagai tindak lanjut hasil kegiatan BIMTEK AKMI, Senin 4/11/2024.
Tim terdiri dari Instruktur Visitasi AKMI Kementerian Agama RI Rhahima Zakia dan Kasi Pendis H. Syaiful Anwar serta staf pendis Ofbendri meninjau langsung tindak lanjut dari BIMTEK AKMI yang telah diikuti oleh 2 orang guru MTsN 3 Solok Selatan yaitu Almi Yusdi dan Feni Afriani. 
Rhahima Zakia sangat memuji sambutan yang hangat dari pendis kemenag Solok Selatan dan keluarga besar MTsN 3 Solok Selatan. Serta mengapresiasi pihak madrasah yang sudah memberikan rapor AKMI kepada siswa dan telah melaksanakan diseminasi hasil tindak lanjut BIMTEK AKMI tersebut.
“Saya sangat bersyukur bisa disambut oleh pihak pendis dan kepala madrasah. Karena baru di daerah ini saya disambut seperti ini. Dan lebih lagi pihak madrasah sudah bertindak cepat dengan memberikan rapor AKMI dan melakukan diseminasi, ” Ujarnya.
Dalam kunjungannya Rhahima Zakia tidak hanya melihat bagaimana cara mengajar 2 orang guru yang telah selesai BIMTEK AKMI tersebut di kelas tapi juga meninjau perpustakaan, pojok literasi kelas dan majalah dinding serta mewawancarai kepala madrasah, waka kurikulum, beberapa orang guru dan siswa terkait literasi.

Diakhir visitasi, kepala madrasah H. Jasrul memfasilitasi pertemuan tim visitasi dengan majelis guru di ruangan kantor guru untuk mengevaluasi hasil visitasi AKMI ke MTsN 3 Solok Selatan.
Menurut H. Syaiful Anwar hasil AKMI harus diketahui oleh seluruh guru, dimana kelebihan dan kekurangan siswa dalam berliterasi.Sehingga bisa ditindaklanjuti apa kebijakan yang akan diambil oleh pihak madrasah.
“AKMI ini hanya ada di Kementerian Agama. Tujuan dari AKMI adalah untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kemampuan siswa madrasah dalam hal literasi, numerasi, serta kemampuan sosial dan keagamaan.Oleh sebab itu hasil AKMI harus diketahui oleh seluruh guru bukan hanya guru yang ikut BIMTEK saja, ” Ujar Syaiful Anwar.
Sementara itu Rhahima Zakia sangat mengapresiasi rapor AKMI siswa kelas 8 yang rata-rata nilainya CK5 dan beberapa siswa CK6.
“Alhamdulillah siswa kita disini sudah terbiasa literasi, terbukti dengan nilai AKMI tidak ada yang merah. Namun perlu di tingkatkan lagi kegiatan literasi ini dalam pengadaan buku-buku bacaan di perpustakaan, majalah dinding lebih diperbesar, pemberdayaan pojok literasi baik di kelas maupun di luar kelas serta memasukkan keempat literasi dalam pembelajaran, “Jelas Rhahima Zakia.
Terakhir Ia berpesan agar pelaksanaan AKMI tidak sampai disini saja tapi berlanjut sampai kapanpun.
“Literasi itu bukan hanya sekedar membaca tapi literasi ada berupa numerasi, sains dan sosial budaya. Saya berharap kepada Bapak Ibu semua agar kita membiasakan diri sendiri dan siswa untuk berliterasi atau membaca karena gerbangnya ilmu itu dari literasi atau membaca,baik membaca yang tersurat maupun yang tersirat, “tutup Rhahima Zakia. (HW)





